Pentingnya Mengembangkan Industri Strategis

GLOBALISASI adalah fenomena yang bersifat multidimensional. Berbagai perkembangan (termasuk di dalamnya teknologi informasi) bergulir secara cepat dan meluas.

Di satu sisi perkembangan tersebut menciptakan peluang untuk mencapai kemakmuran ekonomi. Tetapi, di sisi lain perkembangan itu juga menghasilkan kekuatan yang dapat menyebabkan fragmentasi sosial,memunculkan kerawanan dalam suatu negara. Karena itu,Indonesia tidak bisa menghindar dari kenyataan. Globalisasi menuntut Indonesia memiliki kemampuan tinggi untuk berpartisipasi dan bersaing. Karena itu, sejumlah pengamat masalah kemajuan ekonomi melihat beberapa industri tertentu lebih penting daripada industri lain dalam pembangunan ekonomi.Salah satunya adalah industri strategis. Konsep industri strategis berawal dari diskusi mengenai sektorsektor mana saja yang memainkan peran sentral dalam pembangunan ekonomi.

Keberadaan era globalisasi membuat perhatian kepada industri strategis semakin tinggi. Globalisasi menuntut sebuah negara memiliki industri yang berperan sebagi sumber penting dari inovasi teknologi.Adalah kenyataan yang diakui bahwa globalisasi itu sendiri muncul sebagai akibat kemajuan dan inovasi dalam bidang teknologi. Industri apa pun yang tergolong strategis, jika dikelola secara memadai,akan memberi kontribusi berharga kepada ketahanan ekonomi.Pada gilirannya akan menunjang ekonomi negara tersebut dalam era globalisasi. Intinya adalah pemerintah harus mengambil kebijakan mendukung industri-industri strategis jika ingin melihat kontribusi industri strategis ini dalam memperkuat daya saing negara itu dalam era globalisasi.

Orang tidak bisa memastikan kapan globalisasi akan berhenti tetapi orang itu bisa memperkirakan efek yang diakibatkan arus globalisasi terhadap kondisi politik, ekonomi, maupun keamanan dalam negeri.Dalam konteks ini,daya tahan negara akan sangat ditentukan keberhasilan pemerintah dalam mengelola industriindustri itu termasuk industri yang sifatnya strategis. Industri-industri strategis inilah yang akan berada di garis depan dalam menopang, bukan hanya pembangunan ekonomi negara tetapi juga memperkuat daya saing negara dalam percaturan ekonomi internasional. Tidak ada jaminan bahwa globalisasi akan membebaskan negara dari kemungkinan konflik, baik itu konflik dalam negara maupun antarnegara.

Misalnya, ketika negara harus berhadap dengan negara lain dalam sebuah konflik, peran produk-produk industri strategis khususnya di bidang pertahanan akan sangat membantu mendukung posisi negara itu. Jika saja Indonesia menghadapi situasi demikian, ini membenarkan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan produktivitas industri-industri pertahanan seperti PT Pindad, PT Dahana,PT PAL, dan PT Dirgantara.Kualitas produk industri pertahanan juga menjadi penting untuk ditingkatkan, bukan hanya untuk kepentingan pasar,tetapi juga membawa pesan bahwa kualitas produk industri strategis Indonesia bisa diandalkan untuk menghadapi situasi konflik.

Bukan hanya itu.Ketika Indonesia terkena embargo senjata, industri-industri strategis harus dapat mengambil alih peran sumber eksternal itu dalam menyediakan produk-produk industri strategis pertahanan yang berkualitas. Dalam konteks inilah Kementerian Pertahanan perlu mengeluarkan lebih sering lagi kebijakan mendukung perkembangan industri strategis, baik itu hasil rekayasa Indonesia sendiri maupun dengan lisensi asing. Konsistensi kebijakan Kementerian Pertahanan dalam mendukung industri strategis di bidang pertahanan bukan hanya dibutuhkan tetapi juga sebuah keharusan ketika negara-negara tetangga Indonesia sudah lebih maju dalam industri strategis mereka khususnya di bidang pertahanan.

Pengembangan industri-industri strategis secara konstan bukan hanya akan membantu perkembangan ekonomi negara tetapi juga membuka ruang lebih besar lagi bagi riset dan pengembangan.Inovasi teknologi untuk mendukung produk-produk industri strategis dan keandalannya dapat dilakukan melalui proses riset dan pengembangan. Yang disebut terakhir ini tentu saja membutuhkan investasi yang masif, termasuk investasi keuangan. Seperti telah dikatakan di atas bahwa negara sulit menghindar dari proses globalisasi.Karena itu, revitalisasi sektor-sektor tertentu di dalam negeri diperlukan sebagai bentuk respons terhadap perubahan- perubahan yang terjadi di lingkungan strategis Indonesia.

Industri strategis harus menjadi salah satu sektor yang direvitalisasi, bukan hanya karena sektorsektor itu memainkan peran sentral dalam pembangunan ekonomi negara tetapi juga memberi kontribusi kepada penguatan daya saing Indonesia dalam produk-produk industri strategis yang diperdagangkan di tingkat internasional. Globalisasi seperti sudah dibahas di atas tidak bisa dilihat terpisah dari faktor teknologi, perdagangan dan industri. Artinya, kemajuan teknologi adalah salah satu kontributor dari globalisasi. Dalam konteks globalisasi, perdagangan dikaitkan dengan persaingan antara produk dagang satu negara dan negara lainnya.

Di sini intinya adalah persaingan. Sedangkan industri dalam konteks globalisasi dikaitkan dengan upaya negara untuk memproteksi industri mereka karena alasan-alasan strategis nasional (national strategic reasons) dari kemungkinan infiltrasi produk- produk asing. (yani a)


SINDO

Leave a Reply